Belajarlah Toleransi . . .

 

Beberapa hari yang lalu, aku terbang menyisir daerah terpencil dan menemukan sarang yang sangat megah luar biasa. “Siapapun yang ada di sarang ini, pasti dia adalah burung yang besar, garang, mempunyai cakar tajam yang cukup untuk memotongku menjadi makanannya”, kataku dengan lirih.

Paruh besar dan tajam tiba tiba tampak dari dalam sarang, “Wah burung itu keluar” serentak aku terkejut dan sembunyi di balik dahan. “Hei burung kecil, kenapa kau bersembunyi ?”, Tanya santai si burung besar. “Banyak yang bilang bahwa kau adalah burung yang punya cakar tajam, sayap yang kuat, dan paruh yang runcing. Aku takut kau makan !”, Jawabku di balik dahan.

“Hahahahahahahahaahahahaha”, Tawa si burung besar. “Kenapa kau tertawa seakan itu semua salah ?”, Tanyaku. “Tidak burung kecil, yang kau katakan itu memang benar adanya. Tapi siapa yang bilang aku akan memakanmu ? Cepatlah keluar dari dahan itu !” sahut burung besar.

“Apakah kau akan memakan ku setelah aku keluar dari dahan ini ?” tanyaku. “Berfikirlah burung kecil ! aku ini burung besar ! tubuhmu sangat kecil, apa cukup jika aku memakanmu ? sekarang keluarlah dan masuklah ke dalam sangkarku ! hari mulai gelap”.

“Iyaaaaa”,

Aku memberanikan diri untuk masuk ke dalam sangkar, dan aku mulai kebingungan melihat apa yang kulihat di sangkar itu.

“Mas burung, kenapa banyak sekali burung kecil sepertiku ?”, tanya ku keheranan. “Hahahahahaha”, lagi lagi burung itu tertawa.

“apa pertanyaanku salah ?”

“Duduklah , ceritakanlah tujuan mu datang kesini”, sambutan ramah darinya. “Jawab duluu pertanyaanku ! kenapa banyak sekali burung kecil di sini ? apa mereka semua kau kumpulkan lalu kau makan ?”. “Kau ini sungguh keras kepala, lihatlah mereka ! lihatlah senyum kebahagiaan mereka ! apa aku terlihat akan memakan mereka ?”, tanya balik si burung besar.

“hmm tidak, kau tidak terlihat akan memakan mereka” jawabku dengan takut. “Terus, apa ada lagi yang ingin kau tanyakan ?”, “Kalau kau tidak ingin memakan mereka, lantas apa yang akan kau lakukan pada mereka?” tanyaku.

“Burung kecil, anak muda seperti kalian memang pantang menyerah. Tapi kalian semua mempunyai ego yang tinggi !”, jawab si burung besar. “Apa maksudmu mas burung ?”.

“Pahamilah burung kecil ! kalian muda kalian berbahaya ! kalian tidak mudah putus asa ! Tapi itu semua akan percuma jika kalian masih mempunyai ego yang tinggi satu sama lain.”

“Lantas ? aku masih tidak mengerti ini semua”. “Masuklah dan temui burung kecil lain di dalam sana, Belajarlah bagaimana cara menghargai yang namanya Toleransi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s