Category Archives: Uncategorized

Jadul V Gaul ..

Siang ini pukul 12.45, panas matahari mulai berada di atas kepalaku. Raut wajah riang gembira tergambar jelas pada saat aku memainkan permainan tradisional bersama kawan kawanku. Di siang hari ini, tepat pukul 12.45 aku teringat akan masa kecilku. Masa dimana aku selalu tertawa bersama teman temanku. Terkadang aku heran, hanya dengan permainan sederhana seperti itu bisa membuat anak sepertiku tertawa lepas, bahagia.

Ya, generasi 90 sangat berbeda sekali dengan generasi sekarang.

Ketika hari berganti dengan pagi, aku rela bangun dengan semangat penuh membara. Semangat itu memang hanya untuk bertemu teman teman di sekolah. Berangkat dengan tergesa gesa, membuka mulut untuk mempersilahkan nasi masuk kedalam perutku, dibantu oleh ibunda tercinta. Ya, memang itulah aku di tahun 2000-an ketika aku menginjak sekolah dasar.

Di depan gerbang sekolah aku diturunkan oleh ayahanda yang bersedia mengantarku. Disitu pula, aku disambut dengan raut raut wajah gembira yang ingin mencari tawa bersama. Merekalah orang orang 90-an yang selalu tertawa gembira ketika melakukan hal hal yang sangat sederhana. Meskipun ada jam pelajaran yang menuntut mereka untuk berfikir keras, tapi itu semua dijalani dengan gembira.

“Kriiiing”.

Serentak semua siswa berhamburan keluar kelas dengan serangkaian rencana permainan sederhana. Ya, itu semua hanya untuk menghabiskan jam istirahat yang diberikan oleh pihak sekolah. Banyak gerombolan anak yang tidak berdosa pada saat itu. Ada yang bergerombol menyantap makan siangnya, bermain bola sampai mengeluarkan keringat yang mengalir dari wajahnya, memenangkan permainan kelereng sampai penuh di sakunya, ada pula yang berfantasi akan impiannya. Semua itu dilakukan hanya untuk mencari kebahagiaan si 90-an.

Setelah jam istirahat selesai, Ada siswa yang enggan masuk dan masih ingin bermain di luar kelas. Banyak tingkah laku lucu yang terjadi pada saat itu. Seperti, murid yang malah lari karena tidak mau masuk kelas, berlama lama di kamar mandi hanya untuk menyembunyikan dirinya dari guru yang sedang berpatroli, menikmati makanannya agar terlambat masuk kelas, pergi ke uks seolah dia sedang sakit. Mungkin itu beberapa tingkah laku si 90an yang berniat untuk mencari kebahagiaan.

Kebahagiaan itu pun juga masih berlanjut ketika aku dan si 90-an lainnya pulang dari sekolah. Seperti, balapan lari sampai rumah duluan sambil sesekali bermain petak umpet di jalan, mengambil buah mangga yang jatuh dari pohonnya, dikejar anjing penjaga rumah tetangga, banyak hal sederhana yang bisa membuat kami tertawa bahagia.

Setelah sampai rumah pun, masih ada semangatku untuk bahagia bersama teman teman di rumah yang sudah menunggu. Karena saking semangatnya, aku pun bergegas melepas seragam sekolah dan menggantinya dengan kaos oblong dan pasangan kolor sepak bola bernomor 10 di bagian paha kanannya.
“Mau kemana lagi, kok buru buru ? Makan dulu ! Setelah makan tidur siang !”, mungkin itu kata kata sebagian orang tua ketika melihat anaknya baru pulang sekolah dan akan pergi bermain lagi.

Tidak memikirkan cara mengunyah makanan yang benar, yang penting semua makanan masuk ke dalam perut. Alhasil, “Kesereten” [apa ya bahasa indonesianya Kesereten, kalau saya simpulkan, Ke-Seret-en, seret dalam bahasa indonesia = susah masuk, berarti Kesereten adalah makanan yang susah masuk lagi karena di tenggorokan sudah banyak makanan yang antri] hehe. Itu yang seringkali terjadi padaku saat buru buru ingin main.

Setelah makan dan ganti baju, dengan pelan dan perlahan kulangkahkan langkah kaki ku untuk keluar dari rumah.

“Ngiiiiiiieeeeeeeek”, suara pintu yang tidak bisa diajak kerja sama.”hei, jangan pergi jauh jauh ! awas kamu nanti kalau pulang !”, teriak ibunda yang bergegas keluar dari rumah.
“Iyaaa, mainnya cuma bentar kok !”, teriakan pembelaan yang keluar dari mulutku.

Setelah lolos dari rumah yang membosankan, aku berlari menuju rumah kawanku yang memang sering dijadikan basecamp bersama teman yang lain. Rumah temenku yang ini emang halamannya enggak luas, tapi banyak pohon pohon rindang yang bikin suasana panas jadi adem.

“Woy, keluar woy .. yok kita main kelereng ..”.

Permainan sederhana seperti, main kelereng, petak umpet, umbulan atau kertas bergambar yang diadu, lompat tali, bentengan, gebokan, kasti dan masih banyak permainan sederhana yang biasanya kita mainkan. Keseruan seperti itu yang aku kangenin pada saat kecil dulu. Itu adalah permainan yang sangat murah dan sederhana tetapi menyimpan kebahagiaan yang sangat tinggi bagi generasi 90 an atau generasi 80 an.

Dari permainan tradisional itu menyimpan banyak beberapa hal positif yang dapat dirasakan generasi 80,90-an, seperti :

  • Terciptanya kreatifitas
  • Meningkatkan kecerdasan emosional
  • Membangun kerjasama yang dapat menimbulkan hubungan erat antar sesama.
  • Bersentuhan dengan alam secara langsung.

Hal hal seperti inilah yang membuat generasi 80,90-an mempunyai sikap yang tidak mudah putus asa, guyub rukun, tidak kehilangan akal dan fikirannya sebagai anak anak.

Sekarang kita beralih ke generasi muda di era sekarang ini. Bagaimana menurut anda ?, bisa dibilang generasi sekarang ini adalah generasi yang kehilangan pola pikirnya. kenapa ? Banyak hal hal positif yang di rasakan dengan dunia modern mereka, tapi lebih banyak negatifnya kalau menurut saya.

Perkembangan media yang sangat pesat, mempengaruhi sikap generasi muda jaman sekarang. Seperti kehilangan arah, permainan tradisi yang penuh dengan filosofi seakan sirna begitu saja. Sedangkan permainan yang mempunyai grafis tinggi seakan akan mengalihkan perhatian mereka untuk selalu ingin memainkannya. Hal ini memaksa generasi sekarang menjadi lebih egois,individualis, menginginkan segala sesuatu yang cepat/instan. Disamping itu juga di dukung dengan tayangan tayangan televisi alay yang membuat generasi saat ini semakin terjun bebas entah kemana.

Memang generasi 80,90-an itu jadul, dan generasi sekarang gaul. Tapi bukankah lebih baik jadul terhormat dari pada gaul terinjak ?,

Mungkin ini keluh kesah saya melihat generasi sekarang yang lama kelamaan semakin tidak terarah. Banyak sekali contoh peristiwa yang mungkin khalayak ramai sudah merasakan.
Apa perlu kita hadirkan kembali permainan permainan tradisional untuk generasi muda yang akan datang ?, Permainan yang bisa membangun mental, moral, dan perilaku generasi yang akan datang ?,

Perlukah ?

 

Mungkin itu ..

Saya terbang dulu mencari keresahan lain ..

Cari Travel murah Malang .. Pilih Nahwa untuk jasa Travel Rental mobil di Malang

Waktu menunjukan pukul 10:44 malam dan saya masih belum bisa menutup mata walaupun mata sudah lelah karena seharian berada di depan laptop. Saking asyiknya blogwalking sampai lupa waktu, hihi [jangan dicontoh ya]. Karena ini adalah kebiasaan buruk saya  yang tidak pernah puas akan sesuatu. Saya juga pernah blogwalking sampai pagi menjelang adzan subuh, dan bukannya melaksanakan ibadah malah nurutin nafsu untuk tidur [sekali lagi jangan dicontoh].

Saya asyik blogwalking di malam yang romantis ini, karena saya ingin belajar banyak mengenai blog dan tulisan tulisan di blog temen temen blogger. Saya juga penasaran, apakah di kota malang ada bloggernya ?, karena saya adalah blogger amatir, wajar wajar saja kalau punya fikiran seperti itu. “Ternyata blogger Malang keren-keren”, pikirku sambil blogwalking di blog mereka. Dan setelah cukup lama blogwalking, saya melihat tulisan yang cukup menarik, “Kontes SEO Nahwa Travel dan Rental Mobil 2016 Terbaru”. “Wah ini sangat menarik, ternyata ada juga ya kompetisi untuk menulis ..”, namanya juga bloger amatir, wajarlah.

“Coba ikutan ah, namanya juga blogger amatir”, pikirku. Namanya juga blogger amatir, apa salahnya iseng iseng buat ikutan kompetisinya. Masalah menang kalah itu wajar dalam sebuah kompetisi, masalah tulisan sering keluar dari topik itu wajar .. Namanya juga blogger amatir .. hihihi

Oke ..
Setelah membaca rulesnya di nahwa.co.id saya semakin bingung dengan syarat dan ketentuannya. Apa saya bisa menyelesaikan tulisan ini ? apa saya bisa ? apa saya ?, Saya jadi terfikir untuk bertanya pada kerang ajaib, “wahai kerang ajaib, apa saya bisa menyelesaikan tulisan ini ?” #Woii !! lu gila ya ! ini lagi kompetisi woy !! [maaf saya khilaf].

Sebelum saya menjelaskan mengenai “travel malang juanda surabaya”“travel malang juanda”, dan “travel juanda malang ”. Saya akan berbagi pengalaman saya mengenai perjalanan saya ke kota Surabaya dalam rangka Festival Komedi Surabaya pada bulan April yang lalu. Kenapa saya bercerita tentang perjalanan itu ?, karena saya mendapati pengalaman-pengalaman yang unik dan mungkin ada hubungannya dengan tema di kompetisi ini.

Pada suatu hari …..

Di saat itu ..

Bulan April ..

#woy !! narasinya kelamaan !! [sory khilaf lagi]

Sebagai anak yang baik, harusnya tidak lupa meminta doa kepada orang tua ketika mau berangkat kompetisi komedi.
“Ma, doain anakmu ini ya agar menang lomba”, “Iya aku selalu berdoa untukmu nak”, menjawab sambil nyapu di teras rumah.
“Ma, doa saja tidak cukup ma !!”, “apa lagi ? aku selalu berdoa yang terbaik untukmu, solat siang malam hanya untuk mendoakanmu ! apa itu tidak cukup ?”, celotehan orang tua yang kesal pada anaknya.
“Kurang ma, doanya emang udah ma tapi uangnya kan belum buat ongkos !”, “PLAAKKK”, lukisan tangan mendarat di wajahku. #Tak perlu kau tanya kenapa.

Pagi itu aku berangkat dengan hati yang sangat gembira sekali, karena sudah mendapat restu dari orang tua dan juga bonus ongkos untuk uang transportku. Kulanjutkan perjalanan menuju ke rumah temanku, Rana Safira namanya. Dia adalah teman grub lawakku yang sekaligus anak dari dosen pembimbing skripsi ku. Sungguh spesial bukan ? ya tentu saja tidak spesial. Malah bikin baper !. Setiap kali berkunjung ke rumahnya, pasti ketemu sama ibunya dan pasti ditanya, “Temen temenmu udah pada lulus, kamu kapan ?”, pertanyaan itu yang membuatku baper ketika berkunjung kerumahnya.

Kunjunganku kali ini bukan sekedar berkunjung biasa, tapi bermaksud untuk meminjam mobilnya buat transportasi ke surabaya.
“maaf ya aku gak bisa ikut nemenin kalian ke surabaya, aku lagi sakit dan mama juga repot, jadi aku sekalian bantu mama”, kata rana saat menemui ku di ruang tamunya. Setelah ngobrol ngobrol dan larut dalam suasana, tidak terasa sudah semakin siang. Aku juga takut terkena macet di jalan. Dengan berat hati aku memutuskan untuk berangkat, itu pertama kalinya aku meminjam mobil tanpa membawa pemiliknya untuk turut serta di dalamnya. Tentu saja aku tidak sendirian, di dalam mobil itu berisikan 5 orang dan beberapa tas.

“Yah, belum apa apa bensinnya udah abis”, celotehku ketika keluar dari gang. “Yauda kita isi bensin di Pom Adi Putro aja !!”, tegas kawanku Badar. Aku tidak tau kenapa disebut Pom Adi putro ?, kenapa gak Adi samsudin atau Adi kecil ? [ngapain si ngeributin nama pom bensin ?].
Oke setelah sampai Pom, kita gak hanya isi bensin. Awalnya kita berencana berangkat rombongan 2 mobil, dan di pom itu juga kita janjian nunggu mobil satunya yang masih molor. Ya kebiasaan masyarakat kita adalah molor, kita udah janjian buat ketemuan di pom jam 9.30 tapi mereka malah dateng jam 11.
Sesampainya mobil 2 di pom, bukannya berangkat tapi mereka malah masok penumpang ke mobil yang ku tumpangi, karena mobil 2 kebanyakan orang. Indonesia memang terkenal gotong royong, masak 1 mobil avansa isinya 10 orang ? kebayang gimana sesaknya ?, maka dari itu mobil 2 menurunkan penumpangnya dan berbagi di mobil yang ku tumpangi.

Perjalanan pun dimulai ..

Target kita sampai surabaya sekitar jam 2 siang, karena lombanya di mulai jam segitu. Berangkatlah 2 mobil yang saling beriringan, saling kawal, salib menyalib, asal gak saling menabrak [soalnya ini mobil minjem].
Hal hal lucu mulai terjadi di tengah perjalanan, mobil 2 mengebut dan sempat tidak terlihat di seperempat perjalanan. Tetapi saat akan masuk pintu tol, mereka sempat berhenti di bahu jalan dengan dalih tidak tau jalan. Ini adalah kesempatan tim ku untuk membalas mereka si mobil 2, dengan kencang mobil ku pacu saat di jalan tol. Dengan klakson dan lampu yang dinyalakan, mobil 2 memberi tanda agar tidak usah terlalu ngebut.

Kejadian lucu juga terjadi ketika mau keluar tol Waru di surabaya, lagi lagi mobil 2 dengan sombongnya mendahului mobil yang saya tumpangi. Rencananya sih rombongan mau keluar lewat tol Waru, tapi mobil 2 kebablasan masuk tol lagi. [saya gak tau itu keluar di tol mana]
Hal itu membuat kami mobil 1 dan mobil 2 kehilangan kontak dan sempat LDR. Hubungan tetap terpantau melalui wa, telepon, faximili, telegram, jaringan radio [sebutin aja semua !]

Setelah kehilangan kontak dengan mobil 2, otomatis kita semua nyasar di Surabaya. Udah nyasar, jalanan macet dimana mana, mungkin ini salah satu cobaan dari LDR.
Alhasil dengan hubungan LDR itu, mobil yang saya tumpangi di tikung oleh taksi yang sedang kasmaran. Mobil pribadi lain pun gak mau kalah dengan taksi, dia juga menikung mobil yang saya tumpangi. “Mobil 2 maafin mobil 1 ya, aku di tikung”.

“Tin tin, Tot tot, bep bep”, suara ricuh karena macet yang disebabkan oleh kejadian tikung menikung dijalanan kota yang macet.
“Waduh, semoga mobilnya gak papa ! mobil dosenku lagi !”, kata dalam hatiku. Tapi aku mencoba untuk tidak berfikir negatif. Tanpa banyak berfikir dan mengejar waktu, kita meneruskan saja perjalanan dan mencari dimana itu gedung pemuda surabaya.
Satu jam muter muter dan terjebak dalam lalu lintas yang macet luar biasa, akhirnya ketemu juga gedung pemuda surabaya.
Setelah mencari tempat parkir, kita lansung keluar dari mobil dan ngecek apakah ada luka di mobil yang kita tumpangi.
“Waduh ! gimana ini ! mobil pinjamann dosenku lecet karena insiden tadi”, kataku dalam hati. Bemper di atas ban depan sebelah kiri menjorok ke dalam dan lukanya lumayan lebar.

“Wah, bagaimana pun caranya kita harus menang lomba lawak nih buat benerin ni mobil”, ajakanku pada teman teman. Karena kita membawa 3 grub dari malang dan kalau menang semua, cukuplah buat ongkos benerin mobil.

Nah, mungkin dari pengalaman ku itu bisa dijadiin pembelajaran buat temen temen yang pengen ke luar kota untuk acara apapun. Dari pada nyetir sendiri, gak tau jalan, capek kena macet. Alangkah lebih baiknya jika kita menggunakan jasa Nahwa Travel.
Selain praktis, ada beberapa keunggulan Nahwa Travel, seperti :

  1. Mempunyai Costumer Service yang komunikatif dan solutif.
  2. Sopir yang Ramah.
  3. Selain ramah, kalian juga jangan kawatir masalah ketepatan waktu si Sopir. Karena sopir selalu On-Time.
  4. Nahwa Travel juga memakai armada yang Terbaru, Bersih dan Wangi.
  5. Dan yang terpenting adalah TELAH TERUJI dan BERPENGALAMAN.

Apa lagi ? masih ragu masalah harga ?
Dijamin deh Nahwa Travel punya harga yang siap bersaing dengan yang lain, perlu bukti ? ini webnya travel malang juandaini harganya.
Mungkin untuk anda yang lagi di Surabaya dan berencana ke Malang dan bingung naik apa, langsung saja klik traveljuandamalang.com. Masalah harga juga bersaing dengan yang lain, nih kalo gak percaya ...

Apa lagi ? masih ragu kualitas mobilnya ? NIH penampakannya ..
Ada avanza, xenia, innova, hiace serta isuzu elf baik long maupun short.

This slideshow requires JavaScript.

Masih Ragu pilih Nahwa Travel ??  TANGKIS KERAGUAN ANDA !!

 

 

 

banner-kontes-nahwa1

SIBUK ?? Kapan kamu ketawa ??

Siang bro and sist ..
Gatel lagi nih tangan kalo gak ada kerjaan, bingung juga mau ngapain. Dari pada tanganku berbuat yang aneh-aneh, mending nulis ajalah ..

24 mei yang akan datang, saya ada jadwal ngelawak di Romantik Area Resto Sengkaling. #gaya banget tempatnya hihihi

P1370284.JPG
Ini gambaran spotnya..

 

Widih .. Sangat romantis ..
Cuma yang aku bingungin, sebelah kiri itu panggung atau air mancur bergoyang ya ?? Kalaupun itu emang panggungnya, apa mungkin ngelawak di situ sambil diiringi semprotan air mancur yang bergoyang ? Bukan ngelawak malah tarian striptis lagi .. #nah loh

Emang saya belum tau sih tempatnya kayak gimana, gambar diatas asal comot di google aja sih. Oh iya bagi yang belum tau itu tempatnya dimana, itu adalah salah satu tempat wisata di Kota Malang. Nama tempatnya sebut saja Sengkaling #nama disamarkan

Seperti biasa ..
2 hari sebelum pemanggungan, saya pasti sibuk mengulik bahan lawakan apa yang akan saya bawakan nantinya. Ini adalah hari yang paling berat dalam hidup saya, apalagi pelawak amatir seperti saya. Karena melawak itu gak hanya sekedar melucu, ketawa haha hihi, jumpalitan, guling gulingan, bawa payung muter muter [ini ngelawak atau topeng monyet sih ?]

Tontonan yang baik, bisa menjadi tuntunan. Itu adalah slogan yang saya yakini. Karena dengan menampilkan tontonan yang baik, mendidik, dan menambah pengetahuan diharapkan bisa menuntun orang di sekitar kita untuk lebih baik lagi.
Apa artinya jika tontonan gak ada yang nonton ?

Penonton emang sangat penting di dunia hiburan, bagiku penonton sudah ku anggap sebagai sahabat sendiri. Makanya gak heran kalau sampai saat ini aku masih gak punya pacar. [di tikung sama penonton]
Ngomongin soal penonton, emang sangat beragam jenis dan bentuknya. Ada yang nonton dengan raut muka flat, ada yang ketawanya ngejek [HA ..!!], ada juga yang ketawa sampe nangis, ada yang ketawa di pinggir jalan pake pakaian sobek [sory itu orang gila] hihi

Pernah saya mendapat pertanyaan yang cukup aneh seperti ini,

“Jika kamu sibuk untuk membuat orang tertawa, kapan kmu punya waktu untuk tertawa?”

Sempat saya terdiam memikirkan jawaban dari pertanyaan ini,
“apakah salah jika aku ingin membuat orang bahagia ?”
“apakah hina jika aku membuat orang bebas dari tingkat stress nya ?”
“Apa aku salah ?”
“apa aku salah ?”

Kemudian kusiapkan tali dan kugantungkan tali di depan pintu dan …. kupasang lonceng untuk bel di depan pintu rumahku. #hihihi
Lanjut menanggapi pertanyaan itu, aku sangat bingung menjawabnya. Karena selama 2 tahun ini aku ngelawak, aku melakukan hal itu dengan tulus. Kalau ada yang ingin tertawa silahkan kalau tidak ya tidak masalah. Aku sendiri menghibur diri ya dengan melihat jokes yang dibuat temen temen ketika di panggung, melihat kekonyolan mereka di panggung adalah hiburan tersendiri bagiku. Mungkin itu lah jawabanku menanggapi pertanyaan dari masyarakat.

 

Mungkin pengalaman ini berguna untuk teman teman pembaca, agar tau bagaimana sulitnya menjadi komedian yang berkesan di hati masyarakat. Apalagi komedian amatir seperti saya.

 

Mungkin itu . . .

Saya terbang mencari tawa dulu ..

 

“SALAM SAPA BLOGGER PERSONAL”

Halooo . . .

Baru on fire lagi nih buat nulis, soalnya seminggu ini badmood banget gara gara skripsweetseventeen. #lah.
Tingkat keOnfire an ini juga tidak luput dari peran seorang bloger yang bernama Erick Paramata yang kesasar di sebuah blog amatir Burung Ketawa.

Siapa ?? “Erick Paramata”, Siapa !! “Erick Paramata”, Kurang keraass !! #Budeg lu ya?
Ya, Bang erick tiba tiba molow blog ku #molow = memfolow [karena kepanjangan, jadinya molow]

Perasaan senang bercampur haru membuat ku meneteskan air mata yang keluar dari kepala, pundak, lutut, kaki, lutut, kaki. [#kayak lirik lagu ya]
Tapi sejenak aku berfikir, “siapa sebenarnya sosok Erick Paramata yang tega molow blog ku !”. “Hal ini tidak bisa kubiarkan terjadi, aku harus tau siapa dia !”.

“klik”

Terbongkarlah siapa Erick Paramata !! Ternyata dia adalah blogger . . .
Lagi lagi, tidak akan kubiarkan ini terjadi ! Ku arahkan navigasi ke kolom komentar, dan ku tulis “Woyy . . . . Bang . . .  !! makasih ya udah di follow salam kenal bang ya #hehe.

Dari kejadian itu lah, bang Erick menyarankan ku untuk ikut dalam komunitas blogger.
“komunitas blog bang ? emang ada bang ?” tanya ku keheranan, karena aku memang blogger amatir. “Cari aja di fesbook komunitas Blogger Energy, tapi syaratnya di Blogger Energy harus personal blogger”, Kata dia.

“Personal Blogger ??”, Di dalam benak ku Personal Blogger adalah Blog yang nggak gratisan. [#haha namanya juga blogger amatir]. Ternyata eh ternyata personal blog itu blog yang berisikan cerita cerita menarik dari si empunya.

“Wah, ini menarik . .”

Setelah nyimak persyaratannya . . .
Aku mulai bingung, “Dimana aku bisa nyimak persyaratannya ?”,
Oh ternyata aturan joinnya ada di kolom atas dan aku tidak melihatnya. [itu karena neveous nerveus nervus #gimana sih cara nulis gugup ??] hehe

“Mengapa memilih genre personal sebagai seorang blogger ?”

Awalnya aku tidak tau, perbedaan dari personal dan unpersonal blogger itu seperti apa. Tapi terlepas dari itu, tujuan saya membuat blog ini adalah ingin berbagi pengalaman menarik saya tentang kisah perjalanan seorang komedian yang bisa dibilang sangat amatir. Karena yang saya rasakan ketika nonton komedian di tivi tivi, pasti muncul bayang bayang “enaknya jadi artis dan duitnya banyak”.
Nah mulai dari pemikiran itulah saya mencoba membuat blog ini, dengan tajuk “Burung Ketawa”. Kenapa burung ketawa ? karena impian saya adalah “berharap terbang dengan tawa”,

Photobucket

 Saya ingin gabung blogger energy karena saya ingin menyalurkan tulisan tulisan saya, berbagi tulisan dengan temen temen diluar sana, dan belajar gimana caranya buat nulis yang bener, bagus, dan keren.

TERIMAKASIH atas perhatiannya personal bloger.

Mungkin itu . . .

Burung mau terbang mencari tawa yang lain dulu . . .

Burung Stres . . . . .

“Aaauuwww, sakit ! burung jangan keras keras dong !!”

“Kalau gak keras, ini gak bakalan berhasil ! tar lama lama juga enak kok !”

Itu lah cuplikan percakapan si burung dan kolega saat berlatih TINJU 

Yaa tinju , burung main tinju ? burung dalam ring di tinju ? habislah si burung !

Mungkin ada sebabnya kenapa si burung kali ini berlatih tinju. Minggu ini adalah minggu terberat bagi si burung, alhasil si burung stress ! Si burung terlihat murung, linglung, dan ingin melepaskan hasratnya . . .  #TINJU

Tinju memang olahraga yang sangat keras, tetapi tinju mempunyai banyak kelebihan misalnya; Tinju bisa membuat kita menjadi lincah. Kelincahan ini sangat kita butuhkan saat menghadapi teman yang nagih hutang ke kita. Kedua, tinju juga bisa membakar sekitar 350 hingga 500 kalori di dalam tubuh. Tetapi ada beberapa hal yang harus dihindari dalam tinju, yaitu tinju sambil lompat api.  #awesome

Gerakan gerakan tinju juga sangat berpengaruh di dalam kehidupan.

Misalnya memukul , tinju sangat erat dengan gerakan memukul. Gerakan ini sangat kita butuhkan apabila pacar kita ditikung oleh lelaki lain. Alhasil latihan tinju yang kita lakukan tidak sia sia.

 

Mungkin sekian cerita Burung hari ini

Burung mau di tinju dulu . . . .

 

Belajarlah Toleransi . . .

 

Beberapa hari yang lalu, aku terbang menyisir daerah terpencil dan menemukan sarang yang sangat megah luar biasa. “Siapapun yang ada di sarang ini, pasti dia adalah burung yang besar, garang, mempunyai cakar tajam yang cukup untuk memotongku menjadi makanannya”, kataku dengan lirih.

Paruh besar dan tajam tiba tiba tampak dari dalam sarang, “Wah burung itu keluar” serentak aku terkejut dan sembunyi di balik dahan. “Hei burung kecil, kenapa kau bersembunyi ?”, Tanya santai si burung besar. “Banyak yang bilang bahwa kau adalah burung yang punya cakar tajam, sayap yang kuat, dan paruh yang runcing. Aku takut kau makan !”, Jawabku di balik dahan.

“Hahahahahahahahaahahahaha”, Tawa si burung besar. “Kenapa kau tertawa seakan itu semua salah ?”, Tanyaku. “Tidak burung kecil, yang kau katakan itu memang benar adanya. Tapi siapa yang bilang aku akan memakanmu ? Cepatlah keluar dari dahan itu !” sahut burung besar.

“Apakah kau akan memakan ku setelah aku keluar dari dahan ini ?” tanyaku. “Berfikirlah burung kecil ! aku ini burung besar ! tubuhmu sangat kecil, apa cukup jika aku memakanmu ? sekarang keluarlah dan masuklah ke dalam sangkarku ! hari mulai gelap”.

“Iyaaaaa”,

Aku memberanikan diri untuk masuk ke dalam sangkar, dan aku mulai kebingungan melihat apa yang kulihat di sangkar itu.

“Mas burung, kenapa banyak sekali burung kecil sepertiku ?”, tanya ku keheranan. “Hahahahahaha”, lagi lagi burung itu tertawa.

“apa pertanyaanku salah ?”

“Duduklah , ceritakanlah tujuan mu datang kesini”, sambutan ramah darinya. “Jawab duluu pertanyaanku ! kenapa banyak sekali burung kecil di sini ? apa mereka semua kau kumpulkan lalu kau makan ?”. “Kau ini sungguh keras kepala, lihatlah mereka ! lihatlah senyum kebahagiaan mereka ! apa aku terlihat akan memakan mereka ?”, tanya balik si burung besar.

“hmm tidak, kau tidak terlihat akan memakan mereka” jawabku dengan takut. “Terus, apa ada lagi yang ingin kau tanyakan ?”, “Kalau kau tidak ingin memakan mereka, lantas apa yang akan kau lakukan pada mereka?” tanyaku.

“Burung kecil, anak muda seperti kalian memang pantang menyerah. Tapi kalian semua mempunyai ego yang tinggi !”, jawab si burung besar. “Apa maksudmu mas burung ?”.

“Pahamilah burung kecil ! kalian muda kalian berbahaya ! kalian tidak mudah putus asa ! Tapi itu semua akan percuma jika kalian masih mempunyai ego yang tinggi satu sama lain.”

“Lantas ? aku masih tidak mengerti ini semua”. “Masuklah dan temui burung kecil lain di dalam sana, Belajarlah bagaimana cara menghargai yang namanya Toleransi.

 

ANTRI DONG !!

Siang semua !

Harap dibedakan ya anak kuliahan sama anak kampus. Kalo anak kuliahan itu berangkat ke kampus untuk kuliah, sedangkan anak kampus itu berangkat dengan tujuan ke kampus #[entah mereka ngapain]. “kalo saya tipenya anak kampus yang kuliahan” nah lo gimana lagi tuh ?

Tadi pagi saya ke kampus, dengan maksud bimbingan judul skripsi. Emang bener ya kata senior-senior, yang namanya skripsi itu perjuangannya berat banget. Harus ada pengorbanan yang besar !

Contoh : “Harus berdamai dengan waktu” maksudnya di sini adalah sabar. Menurut saya titik puncak kesabaran seorang pelajar itu disaat masuk masa perkuliahan. Kenapa ?? karena di masa perkuliahan itu adalah masa yang bebas, bebas mengenakan pakaian apa saja, bebas jalan sama siapa aja, yang penting jangan jalan sama istri dosen aja.

Yang membuat kesabaran saya habis adalah ketika kita udah ngantri buat janjian ama dosen, eh ada yang nyelonong ngelewatin kita gitu aja ! Antri woy !. Saya gak ngerti ya, kenapa di negara kita ini budaya mengantri sangat di remehkan dan sangat tidak diperhatikan. Ada istilah Ladies First lah, yang muda harus mengalah lah, apa apan ini semua ? Yang namanya NGANTRI ya NGANTRI donk ? Hal ini menandakan banyak masyarakat kita yang terlalu sibuk dengan urusannya sendiri dan mengesampingkan kepentingan bersama.

Menurut Oxford Dictionary “antri bukan hanya sekedar berjejer menunggu giliran untuk memperoleh atau untuk melakukan sesuatu, namun antri yang dimaksud juga harus menerapkan nilai-nilai dan prinsip antri itu sendiri”. Jadi prinsip antri yang paling utama ialah disiplin dan patuh terhadap nilai kegiatan tersebut. #[dikutip dari http://www.kabarindonesia.com]

Jadi bisa saya simpulkan bahwa, “Manusia yang baik maka dia akan menghargai kedisiplinan dan kepatuhan dalam hidupnya”

Berubahlah . . Burung !

Hari ini masih sama seperti hari hari yang kemarin, Burung masih bangun di siang hari !. Tapi yang membuat ku bangga dan bahagia adalah ada perubahan yang cukup signifikan, “Bangun 1 menit lebih cepet dari kemarin”. Itu sungguh prestasi yang membanggakan! Karena aku sangat menerapkan asas #[hari ini harus lebih baik dari hari kemarin]

Prestasi ini harus dirayakan ! mungkin dengan mengundang orang sekampung untuk sekedar makan makan bersama, menjadi salah satu cara untuk menghormati prestasiku di hari ini.

Hari ini juga masih belajar nulis di blog, beberapa masukan dari kolega, patner, dan rekanku  masih menghampiri kisahku “Si Burung Ketawa”. Ini tandanya masih ada orang yang peduli soal Burung, maksudnya. . peduli tentang Burung, maksudnya lagi . . peduli soal Burungku, sory sory . . maksudnya peduli tentang aku si Burung.

Salah satu cuplikan percakapan ku dengan kolega [sebut saja si Towol] seperti berikut :

Burung : eh wol menurutmu gimana tulisanku kali ini ?

Towol : ha ? eh burung ! kalo ngajak ngobrol itu yang sopan dong ! jangan berdiri berdiri gitu ! gak sopan tau !

#[apanya yang berdiri ?]

Cukup sudah, kebetulan sekali si Tewel lewat di depanku di saat yang bersamaan.

Burung : Untung ada kmu wel

Tewel : Kmu mau tanya pendapatku tentang kamu ?

Burung : Kamu tau banget apa yang ada di dalem pikiranku wel

Tewel : oke, kamu itu pendek, kecil, item, gundul !

#[Burung apa ini ?!?!?!]

Aku si burung sangat syok setelah mendengar pernyataan kolega kolega ku, dan aku memilih berdiam diri di kamar mandi untuk merelaxasikan otot ototku yang pegal . . . #[Mandi]

Dari kejadian itu, aku bisa menarik oplet, kopaja, bajaj, busway #sory gagal fokus, lagi lemes

Dari kejadian itu, Burung bisa menarik kesimpulan. “Tulisan yang baik adalah tulisan yang memberikan motivasi untuk pembacanya”

Itu yang saat ini sedang kupelajari ! Berubah ke arah yang lebih baik lagi ! yang namanya Burung aja pengen banget berubah ke arah yang baik, masa sih yang namanya Manusia masih lempeng lempeng aja jalannya ?!

 

Mungkin itu dulu kisah Burung hari ini . . .

Burung mau Terbang dulu mencari tawa.

Lahirnya MLUMAH malang lucu mahasiswa

Kalau lagi semangat nulis tuh rasanya jari jemari gatel banget rasanya. Gak cuma jemari aja yang gatel, lengan, siku, pundak, punggung, badan, kaki.

[#itu semangat nulis ato belum mandi sih?]

Oke, menjawab postinganku yang pertama tentang suka duka menjadi pelawak amatir. Memang belum lama aku menekuni kegiatan ini, hal itu terjadi begitu saja tanpa ku rencanakan sebelumnya.

Semuanya bermula pada tahun 2014 . . . . . . .

zzzzzzzzzzzztttttttttttttttttttttttt #[mesin waktu]

Saat itu aku terduduk terbaring lemas tak berdaya . . .  [“woi, itu kisahku yang nyamar jadi orang cacat boongan! cari kisahmu sendiri dong!”]

Sorry , #gagal fokus

Tahun 2014 pada saat pencarian bakat lokal yang ada di Kota Malang, dengan slogan yang terpampang di medsos medsos terpercaya.

“Dicari talent untuk pembuatan Sitkom”

Dari tulisan itu aku mendapatkan sebuah visions, penglihatan, masa depan, artis, bokep #Lah

Setelah ku coba, memang rejeki sudah ada yang ngatur. Aku lolos tahap penyaringan, jadi tinggal tahap penyulingan dan penyubliman aja.[haha] Seminggu kemudian projek pembuatan Sitkom itu dimulai. “cihuy bentar lagi jadi artis lokal nih” begitu gembira aku menyambutnya. Sampai ketika kecurigaan muncul ketika harus membayar iuran produksi, ditambah lagi dompet yang lagi tipis.

Sekali lagi “Tidak ada pengorbanan yang sia sia”, ku korbankan uang transpot ku alias uang bensin untuk nyicil iuran produksi itu. Saat sesi penyorotan gambar akan dimulai, ternyata ada hal yang tidak pernah ku ketahui sebelumnya. Yaitu sesi MAKE UP ! #ini apa apaan ?

Tapi aku gak kahabisan akal, dirumah kan ada make up punya ortu? ngirit dikit lah. Ketika peralatan make up udah lengkap, masalah masih saja menghampiri ku. Aku mulai di datangi rasa canggung, gugup, nerves, demam kamera [secara kamera yang dipake tu kayak kamera shooting di tipi tipi gitu]. Tapi ya show must go on!

IMG_20140522_180600
ini proses ambil gambar nya
IMG_20140522_071531
pas break

Satu persatu episode terlewati tanpa penghasilan sepenser pun, karena belum ada produser yang ngelirik sitkom itu. Namanya juga produk lokal, pasti kalah sama yang nasional. Di titik inilah aku mulai merasa frustasi menjalani rutinitas “action-cut”, sampailah aku berteman dekat dengan dua orang yang selalu membuat celetukan lucu di sela sela syuting.

maxresdefault.jpg
efri kiri, ipul kanan

Iyaa API LAGI, tahun ini mereka terdampar di 10 besar kompetisi Aksi Pelawak Indonesia. Itu sungguh prestasi yang membanggakan dan bisa dipetik hasilnya. Tapi tar dulu, mereka berdua nglawak udah mulai SMA. Pahit manis perjalanan udah mereka laluin cuy #mulai serius nih

 

Balik lagi ke cerita pas ketemu sama mereka berdua ya [haha]

Sebenernya pada waktu itu mereka berdua punya grup lawak namanya SMS [Senyum Membawa Sukses], anggota  nya ya yang di gambar atas ntu #[yang di tengah namanya rian]. Pada saat selesai syuting episode ke 2 kalo gak salah, mereka nawarin aku lowongan kerja di salah satu Radio tertua di Malang. Kebetulan juga mereka jadi bintang tamu program komedy di radio itu, aku gak berfikir panjang lagi untuk menerima dan mencoba jadi penyiar.

4 bulan ku habiskan untuk menimba ilmu kepenyiaran alias Training di Radio tertua itu. 4 bulan juga ku habiskan waktu ku bersama ipul dan efri dengan jokes jokes lucunya. 4 bulan juga ku jalani hari dengan mengeluarkan uang transport tanpa ada pemasukan sama sekali. Dan setelah 4 bulan itu, aku diputus kontrak dari radio itu. Efri ipul pun turut hengkang dari radio tersebut #[itu karena mereka setia kawan atau gimana gak tau ya] hahaha.

Saat itu juga mereka meminta ku untuk jadi manajer untuk grub lawaknya [SMS]. “wah aku gabisa kalo jadi manajer, soalnya aku juga ingin ngelawak kayak kalian! Gimana kalau kita buat grub lawak yang agak gedean?”

Dari peristiwa itulah lahirlah MLUMAH malang lucu mahasiswa di tanggal 10 oktober 2014.

 

Mungkin sampai sini dulu ya, #[sekedar berbagi cerita]

Bersambung . . . . .

Makasi buat inspirasinya, poconggg !

Siang all, hari ini aku semangat banget buat nge Blog. Namanya juga bloger pemula ya,

Yang bikin ngeri banget adalah akhir akhir ini aku jadi punya semangat Tingkat Dewa, jadi semangatku udah ngelewatin tingkat semangatnya anak Sd, Smp, Sma, bahkan anak Kuliahan. Sejak ada blog baru ini, aku selalu ngecek in yang namanya statistik blog. “Kok statistiknya gak berubah ya ? ”

Sampe sampe aku punya pemikiran gini ” Apa penulis lain lagi liburan ya? apa jangan jangan penulis lain lagi nulis di blognya orang lain? ato jangan jangan lagi penulis lain lagi nulis di tulisan orang lain terus tulisan orang lain itu di tulis lagi sama orang lain? ”

#bingung ya? [hahaha]

Setelah tidak ada peningkatan jumlah pengunjung blog ku, aku meminta kolega kolega ku yaitu Si Tewel dan Si Towol untuk memberikan kritik dan masukan mengenai blog ku ini.

Pendapat mereka pun beragam, misalnya Si Towol [Towol ini orangnya agak baper an]

Burung : Eh wol, menurutmu apa sih yang kurang dari blog ku ?

Towol : Cieeeeee punya blog cieeeeee ,

Burung : Anak mana tuh cie ? ini blog ku wol, bukan blognya si cie !

Towol : Ni burung goblok banget si , mending kita cukup sampai di sini deh !

#Si towol tega meninggalkanku sendirian . . . .

 

Beda lagi sama si Tewel [Tewel ini orangnya unik, tapi agak budek]

Burung : Wel, kmu punya blog ?

Tewel : hah ?

Burung : kmu punya blog kagak ?

Tewel : hah ?

Burung : wah ni anak bener bener budeg kali ya

Tewel : Apa ? lu ngatain aku agak goblog !

#Si tewel pun juga pergi meninggalkanku sendiri . . .

Semaleman aku searching, shercing, shearcing [#nulis serching tu gimana  sih ?] dan nemu website nya Si pocong arifmuhammad. Kata temen temen sih dia pinter banget cerita di tulisan, setelah aku baca tulisan dia. . . .  ternyata bener kata temen temen ku. Seolah olah aku di bawa ketempat yang jauh, melewati jalanan yang panjang, lautan yang luas dan [“Woi bangun ! udah siang nih, kmu kuliah gak ?”]

#eh tarnyata semalem aku ketiduran

Tapi akhirnya aku gak jadi kuliah karena udah kesiangan juga, dan aku masih penasaran sama tuh pocong. Kok bisa bisa nya si pocong digandrungi orang banyak karena tulisannya ? pake apa dia kalo nulis ? padahal tangan nya kan di iket ? apa dia nyuruh tukang sate untuk di jadiin sebagai tukang tulisnya ?

#becanda cong, hehe

Tapi jujur, dari tulisan poconglah aku terinspirasi untuk nulis di genre komedi.

Makasi ya cong buat inspirasinya ,

 

Tertanda

Burung Ketawa